Pada hari Jumat nanti, Azerbaijan dan Armenia diperkirakan akan menandatangani nota kesepahaman di Washington, yang menandai langkah penting menuju perdamaian di kawasan tersebut. Acara ini diharapkan akan berlangsung di Gedung Putih dan akan dihadiri langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta pemimpin dari kedua negara, yaitu Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan.
Menurut sumber dari kawasan, meskipun kedua negara sudah mencapai kesepakatan awal tentang draft perdamaian pada bulan Maret lalu, Baku (ibu kota Azerbaijan) masih menuntut beberapa syarat tambahan sebelum benar-benar menyetujui kesepakatan akhir. Salah satu syarat utama dari Azerbaijan adalah agar Armenia mengubah konstitusinya untuk menghapus sebutan tentang wilayah Azerbaijan. Perubahan ini memerlukan referendum nasional di Armenia.
Selain itu, ada ketegangan terkait dengan istilah "Koridor Zangezur" yang diinginkan Azerbaijan. Koridor ini akan menghubungkan Azerbaijan daratan dengan Nakhchivan, wilayah eksklave Azerbaijan, melalui wilayah Armenia. Armenia menolak istilah tersebut karena dianggap dapat membawa implikasi irredentist, yaitu klaim atas wilayahnya yang dikenal sebagai Syunik.
Perlu diketahui, konflik antara Armenia dan Azerbaijan sudah berlangsung lama, sejak perang Nagorno-Karabakh pada tahun 1993. Saat itu, pasukan Armenia merebut kawasan yang diakui PBB sebagai wilayah Azerbaijan. Pada akhir 2020, terjadi perang berdarah selama enam minggu yang berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata. Azerbaijan kemudian melakukan operasi militer di September 2023 untuk merebut kembali Nagorno-Karabakh. Akibatnya, wilayah tersebut secara resmi dibubarkan pada 1 Januari 2024, dan sebagian besar penduduk etnis Armenia meninggalkan kawasan tersebut.
Sementara itu, penandatanganan nota ini dianggap sebagai pencapaian diplomasi yang besar bagi Presiden Trump, yang sejak lama berupaya meningkatkan pengaruhnya di kawasan tersebut. Penandatanganan ini juga menunjukkan adanya kemauan kedua pihak untuk mencari solusi damai di tengah konflik yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut.
Azerbaijan Armenia perdamaian Washington Trump Zangezur konflik Nagorno-Karabakh