Perusahaan hiburan K-pop besar, HYBE, telah membuka kembali penyelidikan terhadap Min Hee-jin, mantan CEO dari label anak perusahaannya, ADOR. Penyelidikan ini merupakan kelanjutan dari pertikaian hukum yang telah berlangsung selama berbulan-bulan mengenai posisinya di perusahaan.
HYBE telah mengonfirmasi kepada Billboard bahwa ADOR memulai penyelidikan untuk menilai apakah Min telah melakukan intervensi yang tidak semestinya dalam penyelidikan awal terkait klaim pelecehan seksual di perusahaannya. Selain itu, ada dugaan bahwa Min telah melanggar kewajiban kerahasiaan yang seharusnya dipegang oleh seorang pemimpin.
Sumber-sumber yang dikutip oleh Billboard melaporkan bahwa penyelidikan ini berkaitan dengan tuduhan bahwa Min menutupi sebuah insiden yang melibatkan Wakil Presiden laki-laki di ADOR. Insiden tersebut terjadi saat seorang karyawan wanita melaporkan merasa tertekan dan mengalami intimidasi selama acara makan malam yang berkaitan dengan pekerjaan.
Hingga saat ini, kasus ini masih dalam penyelidikan dan menunggu hasil resmi dari pihak berwenang. Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya lingkungan kerja yang aman dan bebas dari pelecehan, di mana setiap karyawan harus merasa dihargai dan terlindungi.
HYBE Min Hee-jin ADOR investigasi pelecehan