Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, baru-baru ini menyampaikan keprihatinannya mengenai pengunduran diri massal sebanyak 160 guru dari program Sekolah Rakyat. Kejadian ini memberikan sinyal bahwa perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar dalam program pendidikan tersebut belum cukup memadai.
Menurut Irine, saat kita berbicara tentang pendidikan, beberapa hal penting seperti air bersih, sanitasi, listrik, dan akses jalan seharusnya bukan dianggap sebagai pelengkap, melainkan sebagai kebutuhan pokok. "Bagaimana guru bisa betah mengajar kalau mereka ditempatkan di lokasi yang bahkan kebutuhan dasarnya saja tidak tersedia?" ujarnya. Pernyataan ini menekankan betapa pentingnya sarana dan prasarana dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.
Irine Yusiana Roba Putri, yang juga merupakan anggota Komisi V DPR RI, menambahkan bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan sarana penunjang untuk Sekolah Rakyat. Dia mengingatkan agar tidak membiarkan kampung-kampung di sekitar sekolah rakyat tertinggal dalam hal pembangunan infrastruktur.
Pengunduran diri guru-guru ini merupakan sebuah tantangan besar bagi program pendidikan yang ditujukan untuk membantu masyarakat di daerah terpencil. Sekolah Rakyat seharusnya dapat memberikan pendidikan yang layak dan berkualitas bagi anak-anak, namun hal ini sulit terwujud tanpa dukungan yang memadai dari pemerintah.
Dengan adanya perhatian yang lebih besar terhadap infrastruktur, diharapkan ke depannya, kondisi pendidikan di daerah-daerah tersebut dapat semakin membaik. Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi bagi pendidikan yang lebih baik, asalkan kebutuhan dasar di sekitarnya terpenuhi.
Irine berharap bahwa semua pihak akan berkomitmen untuk mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia, agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
DPR Irine Yusiana pengunduran diri Sekolah Rakyat pendidikan