Pada hari Senin yang lalu, sebuah penembakan tragis terjadi di New York City, yang mengakibatkan empat orang tewas. Insiden ini memicu diskusi tentang perlunya undang-undang yang lebih ketat untuk melindungi pekerja di kantor. Penembakan ini terjadi di sebuah gedung di Midtown Manhattan, yang juga menjadi tempat kantor National Football League (NFL) dan manajer aset alternatif Blackstone, antara lain.
Pelaku penembakan, yang diidentifikasi sebagai Shane Tamura, seorang penduduk Las Vegas berusia 27 tahun, diduga menargetkan kantor NFL. Dalam aksi kekerasannya, ia berhasil merenggut nyawa Wesley LePatner, seorang eksekutif Blackstone, petugas polisi New York City Didarul Islam, seorang satpam, dan seorang karyawan dari pemilik gedung Rudin Management. Selain itu, satu orang lainnya, seorang karyawan NFL, mengalami luka parah.
Hingga saat ini, masih belum jelas mengenai protokol keamanan yang diterapkan di gedung yang terletak di 345 Park Avenue tersebut. Pihak Rudin Management belum memberikan komentar mengenai insiden ini saat diminta oleh MarketWatch.
Dalam konteks ini, beberapa ahli keamanan dan tempat kerja menganggap bahwa sudah saatnya untuk memperkenalkan undang-undang yang lebih ketat untuk melindungi pekerja di seluruh negeri. Mereka merujuk pada undang-undang yang baru saja diterapkan di California pada tahun 2023, yang mengharuskan semua majikan di negara bagian tersebut untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan terhadap kekerasan di tempat kerja. Undang-undang ini juga mewajibkan perusahaan untuk mengembangkan rencana pencegahan kekerasan serta memberikan pelatihan tahunan kepada karyawan terkait rencana tersebut.
Para ahli keselamatan mengatakan bahwa undang-undang di California ini adalah langkah yang baik dan harus diadopsi oleh negara bagian lain di seluruh Amerika Serikat. Dengan adanya langkah-langkah pencegahan seperti ini, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan, dan keamanan pekerja dapat lebih terjamin.
penembakan New York keamanan kantor undang-undang