Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Bayi yang Lahir?
Sebuah skenario yang terdengar seperti fiksi ilmiah, tetapi para demografer telah memetakan bagaimana babak akhir umat manusia akan terjadi. Dalam dua dekade ke depan, dunia akan menghadapi krisis tenaga kerja.
Setelah 20 tahun tanpa kelahiran baru, masalah serius mulai muncul. Banyak insinyur listrik yang pensiun, namun tidak ada generasi muda yang siap menggantikan mereka. Akibatnya, beberapa jaringan listrik akan mengalami kegagalan. Tidak hanya itu, rumah sakit juga akan terpaksa tutup karena dokter dan perawat yang ada kini sudah tua dan tidak ada yang menggantikan mereka.
Produksi makanan juga akan menurun drastis. Para petani tidak mampu lagi merawat peralatan atau memanen hasil pertanian dalam skala besar.
Setelah 40 tahun, rantai pasokan global akan sepenuhnya runtuh. Rata-rata usia manusia akan mencapai 65 tahun, yang berarti sebagian besar orang sudah terlalu lemah untuk melakukan pekerjaan fisik. Di saat itu, angkatan bersenjata akan dibubarkan, pemerintah akan runtuh, dan sisa populasi akan berkumpul di sekitar sumber daya yang semakin menipis untuk bertahan hidup.
Saat ini, dengan jumlah penduduk mencapai 8 miliar orang, jika tidak ada bayi yang lahir, populasi akan turun menjadi kurang dari 100 juta orang dalam waktu 60 tahun. Kota-kota besar akan kosong, dan orang-orang tua akan bermigrasi ke daerah-daerah dengan infrastruktur yang masih berfungsi, jika masih ada.
Para ilmuwan yang mempelajari keruntuhan populasi mengacu pada contoh sejarah. Beberapa pulau terpencil di Pasifik pernah mengalami krisis demografis serupa, tetapi selalu pulih melalui migrasi atau peningkatan angka kelahiran. Tanpa kedua opsi tersebut, umat manusia menghadapi skenario kepunahan yang unik.
Para penyintas terakhir—kemungkinan besar mereka yang lahir pada tahun 2020-an dan 2030-an—akan meninggal karena usia tua sekitar tahun 2090-2100. Setelah 300.000 tahun sejarah umat manusia, spesies kita akan menghilang bukan karena perang nuklir atau bencana iklim, tetapi dengan tenangnya menutup panti jompo terakhir di dunia.
bayi kelahiran populasi krisis umat manusia