Sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa dalam 24 jam terakhir, jumlah korban kelaparan di Gaza meningkat dengan 15 orang meninggal dunia. Di antara yang meninggal, terdapat empat anak. Menurut catatan dari Kementerian Kesehatan Palestina, total kematian akibat kelaparan di wilayah tersebut kini mencapai setidaknya 101 orang.
Laporan ini diangkat oleh jurnalis Matt Kennard, yang membagikan sampul surat kabar Inggris, Daily Express. Sampul tersebut menampilkan judul yang menyentuh: "For pity’s sake stop this now" yang berarti "Demi Tuhan, berhentilah sekarang". Gambar pada sampul menunjukkan seorang anak Palestina yang mengalami malnutrisi, bernama Muhammad, yang terlihat berjuang untuk bertahan hidup di tengah kondisi sulit di Gaza.
Kennard menambahkan di media sosial bahwa "rezim holocaust Zionis telah kehilangan Daily Express". Ini menunjukkan bahwa bahkan media besar pun mulai menyuarakan keprihatinan mereka terhadap situasi di Gaza.
Kondisi di Gaza semakin memburuk akibat blokade yang berkepanjangan, menyebabkan banyak warga sipil, termasuk anak-anak, menderita kekurangan makanan dan akses terhadap perawatan kesehatan. Dalam beberapa waktu terakhir, rumah sakit di kawasan tersebut mencatat peningkatan jumlah pasien yang dirawat karena kelaparan dan malnutrisi.
Kematian akibat kelaparan ini menjadi sorotan internasional dan mengundang banyak reaksi dari masyarakat dunia. Banyak yang menyerukan agar bantuan kemanusiaan segera dikirimkan untuk membantu meringankan penderitaan yang dialami oleh penduduk Gaza, terutama anak-anak yang tidak bersalah. Keprihatinan ini semakin mendesak mengingat banyaknya laporan tentang kondisi kehidupan yang sangat sulit di wilayah yang dilanda konflik ini.
Gaza kelaparan kematian anak-anak Palestina