Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia pada Sidang Umum PBB ke-79, menyatakan bahwa Israel akan melanjutkan perang di Gaza hingga mencapai "kemenangan total". Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik yang berkepanjangan di kawasan tersebut.
Netanyahu juga mengecam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyebutnya sebagai "sumpah racun anti-Semit". Ia berpendapat bahwa selama Israel tidak diperlakukan sama seperti negara-negara lainnya, PBB akan dianggap oleh orang-orang yang adil sebagai sebuah lelucon yang menghina.
Dalam pidatonya, Netanyahu menegaskan bahwa Hamas harus dihilangkan dari kekuasaan. "Jika Hamas tetap berkuasa, mereka akan berkumpul kembali dan menyerang Israel berulang kali. Jadi, Hamas harus pergi," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan tekad Israel untuk menghadapi kelompok tersebut secara lebih agresif.
Netanyahu juga berjanji untuk terus melemahkan Hezbollah, kelompok militan yang berbasis di Lebanon, hingga semua tujuan Israel tercapai. Hal ini menutup harapan akan proposal gencatan senjata yang diusulkan oleh Amerika Serikat dan Prancis.
"Israel memiliki hak untuk menghilangkan ancaman ini dan mengembalikan warga kami ke rumah dengan aman. Dan itulah yang sedang kami lakukan," tambah Netanyahu.
Ia menegaskan pentingnya pertahanan diri Israel, menyebut musuh mereka sebagai "pembunuh yang kejam". "Musuh kami tidak hanya ingin menghancurkan kami, tetapi juga menghancurkan peradaban kita bersama dan mengembalikan kita semua ke zaman kegelapan tirani dan teror," lanjutnya.
Netanyahu juga memberikan peringatan kepada Iran, mengatakan bahwa tidak ada tempat di Iran yang tidak bisa dijangkau oleh Israel. "Saya memiliki pesan untuk para tiran di Teheran. Jika kamu menyerang kami, kami akan menyerangmu," tegasnya.
Dalam pidatonya, Netanyahu mengklaim bahwa Israel sedang menang, sambil mengangkat peta yang ia sebut sebagai "kutukan" pengaruh Iran, dan peta lainnya yang ia sebut sebagai berkah. "Terlalu lama dunia telah mengalah kepada Iran. Pengalihan perhatian itu harus diakhiri sekarang," tambahnya.
Pernyataan Netanyahu ini muncul setelah kampanye pengeboman Israel di Lebanon selama seminggu yang telah menewaskan setidaknya 700 orang. Sementara itu, jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober telah mencapai lebih dari 41.000 orang.
Netanyahu Israel Gaza perang PBB