Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai "rumah kegelapan" dan "lumpur kebencian antisemitisme". Pernyataan ini disampaikan dalam pidato yang luas di Sidang Umum PBB yang berlangsung di New York.
Netanyahu hadir di sidang tersebut untuk melawan "fitnah" terhadap Israel yang kerap muncul di PBB. Hubungan antara Israel dan beberapa organisasi PBB telah mengalami ketegangan, terutama terkait dengan konflik yang sedang berlangsung di Gaza.
Dalam pidatonya, Netanyahu menolak tuduhan bahwa Israel ingin memindahkan penduduk Gaza. Ia menjelaskan bahwa tujuan Israel adalah untuk menciptakan Gaza yang "demiliterisasi dan teredukasi dari radikalisasi". Sejak awal serangan balasan Israel, lebih dari 41.000 orang dilaporkan telah tewas di Gaza. Serangan ini dimulai setelah serangan teroris Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan hampir 1.200 orang di Israel dan mengambil sekitar 250 orang sebagai sandera.
Netanyahu juga memberikan peringatan kepada Iran, mengatakan, "Tidak ada tempat di Iran yang tidak bisa dijangkau oleh tangan panjang Israel, dan itu berlaku untuk seluruh Timur Tengah." Sejak 7 Oktober, milisi yang didukung Iran di beberapa negara di Timur Tengah telah meningkatkan serangan mereka terhadap Israel.
Pidato Netanyahu ini dilontarkan sehari setelah pemerintah Israel menolak proposal gencatan senjata yang diajukan oleh AS dan Prancis dengan Hezbollah di Lebanon. Ia berjanji akan melanjutkan pertempuran hingga warga utara Israel yang terpaksa mengungsi karena serangan roket Hezbollah dapat kembali ke rumah mereka. Menurut pejabat Lebanon, lebih dari 700 orang telah tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon sejak hari Senin.
Netanyahu PBB Israel Gaza Iran