Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Israel Serang Markas Besar Hezbollah di Beirut

Militer Israel mengumumkan telah melakukan serangan terhadap "markas besar" Hezbollah di ibu kota Lebanon, Beirut. Serangan ini terjadi setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji untuk terus melawan Hezbollah dalam sebuah konferensi di PBB.

Pada hari Jumat, Netanyahu menyatakan bahwa Israel tidak akan berhenti hingga warga mereka bisa kembali dengan aman ke wilayah utara. Di hadapan para pemimpin dunia di PBB, ia menyampaikan, "Kami sedang menang."

Namun, beberapa pemimpin dunia memilih untuk meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes saat Netanyahu berpidato.

Sejak awal pekan ini, hampir 800 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon, menurut pejabat setempat. Hezbollah, yang didukung oleh Iran, menyatakan bahwa mereka bertindak sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina yang sedang berjuang.

Situasi di wilayah tersebut semakin memanas, dan banyak pihak mengkhawatirkan dampak dari konflik ini terhadap warga sipil. Serangan ini menambah daftar panjang ketegangan antara Israel dan Hezbollah, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan betapa seriusnya situasi di Timur Tengah, di mana konflik seringkali melibatkan banyak negara dan kelompok bersenjata. Masyarakat internasional terus memantau situasi ini dengan cermat, berharap agar perdamaian dapat segera terwujud.

library_books Bbcnews