Menteri Pertahanan Israel baru-baru ini mengunggah foto di platform media sosial X yang menunjukkan dirinya bersama beberapa anggota pimpinan angkatan udara Israel. Dalam keterangan foto tersebut, ia menegaskan bahwa Israel akan terus menyerang Hezbollah "di mana saja, kapan saja, hingga warga di utara kembali ke rumah dengan aman".
Foto tersebut diunggah tidak lama setelah serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel di Beirut selatan. Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan pusat komando Hezbollah. Namun, hingga saat ini, klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Dilaporkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang sedang berada di New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, langsung menerima informasi mengenai serangan tersebut dan "segera kembali" ke hotelnya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa Netanyahu akan kembali ke Israel malam ini.
Sementara itu, seorang juru bicara Pentagon menyampaikan bahwa Amerika Serikat tidak mendapatkan peringatan sebelumnya mengenai serangan Israel di Beirut. Juru bicara tersebut menambahkan bahwa Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, telah berbicara dengan rekan sejawatnya dari Israel saat operasi sedang berlangsung.
Seorang pejabat Israel mengatakan kepada Axios bahwa Israel memberikan pemberitahuan kepada AS tentang serangan tersebut beberapa menit sebelum dilaksanakan.
Kejadian ini menambah ketegangan di wilayah tersebut, di mana hubungan antara Israel dan Hezbollah telah memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Banyak pihak berharap agar situasi ini tidak semakin memburuk dan mengakibatkan kerugian yang lebih besar, terutama bagi warga sipil yang terjebak di tengah konflik.
Israel serangan udara Hezbollah Beirut Netanyahu