Beirut, Lebanon – Israel telah meluncurkan serangan udara baru di pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai Dahiyeh. Menurut laporan, serangan ini terjadi di daerah yang padat penduduk, menyebabkan dampak yang cukup besar.
Militer Israel mengumumkan bahwa mereka berencana untuk meluncurkan serangan tambahan dalam beberapa jam ke depan. Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, menyatakan bahwa serangan sebelumnya di Beirut dilakukan dengan sangat tepat. Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan bandara sipil di Beirut digunakan untuk tujuan militer, yang menunjukkan bahwa bandara tersebut bisa menjadi target selanjutnya bagi serangan Israel.
Menurut laporan terbaru dari kementerian kesehatan Lebanon, setidaknya enam orang telah tewas dalam serangan besar-besaran ini, dan 91 lainnya mengalami luka-luka. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya situasi di daerah tersebut.
Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut, di mana banyak warga sipil terjebak dalam konflik. Dahiyeh, yang merupakan daerah padat penduduk, sering kali menjadi sasaran serangan karena dianggap sebagai basis bagi kelompok-kelompok tertentu yang dianggap bermusuhan oleh Israel.
Kondisi ini mengkhawatirkan banyak pihak, terutama mengingat jumlah korban jiwa yang terus bertambah. Masyarakat internasional terus menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil.
Israel serangan udara Beirut Dahiyeh kesehatan