Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, baru saja menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk membatasi teknologi baru yang memudahkan orang-orang untuk mendapatkan senjata. Perintah ini juga mencakup peningkatan latihan penanganan situasi penembakan di sekolah-sekolah.
Dalam perintah tersebut, staf presiden akan melakukan penilaian mengenai bagaimana latihan aktif penembakan dapat menyebabkan trauma bagi siswa dan pendidik. Ini adalah langkah penting karena kesehatan mental siswa harus menjadi perhatian utama di dalam lingkungan belajar.
Selain itu, ada perhatian khusus terhadap senjata yang dibuat dengan teknologi percetakan 3D. Senjata ini dapat dibuat dengan mudah menggunakan rencana yang dapat ditemukan di internet dan tidak dapat dilacak karena tidak memiliki nomor seri. Hal ini menjadi masalah serius dalam pengawasan senjata di Amerika Serikat.
Perintah ini juga bertujuan untuk membentuk tim kerja baru yang akan menyelidiki ancaman yang ditimbulkan oleh perangkat konversi senjata mesin. Perangkat ini memungkinkan pistol semi-otomatis diubah menjadi senjata otomatis sepenuhnya, yang tentunya meningkatkan risiko dalam situasi berbahaya.
Pengumuman perintah eksekutif ini dilakukan oleh Biden dan calon presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, dalam sebuah acara di Gedung Putih. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah kekerasan senjata di negara tersebut dan memastikan keamanan di sekolah-sekolah.
Biden perintah baru senjata latihan tembak sekolah