Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kurikulum Pencak Silat Diterapkan di Madiun Mulai dari PJOK

Madiun – Kabupaten Madiun mulai menerapkan kurikulum pencak silat secara bertahap. Langkah ini dimulai dari mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Siti Zubaidah, menjelaskan bahwa penerapan kurikulum pencak silat secara menyeluruh memerlukan waktu dan persiapan yang matang. "Perlu disusun lebih dulu oleh tim khusus," ujarnya pada hari Minggu, 29 Juni.

Kurikulum ini mirip dengan pendidikan antikorupsi yang juga diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat Indonesia. Selain mengajarkan gerakan pencak silat, kurikulum ini juga akan membahas sejarah dan nilai karakter yang terkandung dalam seni bela diri tersebut.

Tim penyusun kurikulum terdiri dari akademisi, guru, dan perwakilan dari berbagai elemen masyarakat. Siti menambahkan bahwa targetnya adalah agar seluruh jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMA, dapat menjalankan kurikulum pencak silat sesuai dengan karakteristik masing-masing. "Harapannya semua anak didik mengenal pencak silat sejak dini," tegasnya.

Untuk mata pelajaran PJOK, sudah dilakukan pelatihan bagi guru. Murid-murid yang aktif di perguruan silat juga dilatih dalam senam jurus gabungan dari 14 perguruan. Mereka nantinya akan mengajarkan jurus tersebut kepada teman-temannya di sekolah.

Namun, Siti menegaskan bahwa kurikulum pencak silat belum dapat diterapkan di jenjang PAUD. "Karena dunianya masih bermain, jadi perlu penyesuaian metode terlebih dahulu," pungkasnya.

library_books Media Pesilat