Internet Archive: Penjaga Memori Digital yang Dihadapkan Tantangan
Pada hari Jumat setelah makan siang, pengunjung yang datang ke markas besar Internet Archive di San Francisco akan disambut oleh pendirinya, Brewster Kahle. Di belakangnya terdapat tumpukan server hitam yang berfungsi untuk menyimpan sekitar 10 persen dari koleksi digital yang sangat besar milik Internet Archive. Setiap kali seseorang membuka halaman web lama atau meminjam buku, lampu kecil di server-server tersebut berkedip, menciptakan pertunjukan cahaya yang menawan.
Internet Archive merupakan salah satu organisasi pelestarian sejarah yang paling penting di dunia. Dengan alatnya yang terkenal, Wayback Machine, Internet Archive berfungsi sebagai pelindung melawan kehilangan informasi digital. Banyak karyawan di Internet Archive sangat berdedikasi terhadap misi organisasi ini. "Ini adalah jendela ke dalam budaya web akhir 90-an dan budaya San Francisco pada masa itu," kata salah satu karyawan.
Namun, Internet Archive juga menghadapi tantangan besar. Sejak tahun 2020, organisasi ini terlibat dalam beberapa pertempuran hukum terkait hak cipta. Dalam kasus Hachette v. Internet Archive, penerbit buku mengeluhkan bahwa organisasi ini melanggar hak cipta dengan meminjamkan versi digital dari buku fisik. Di sisi lain, dalam kasus UMG Recordings v. Internet Archive, label musik menuduh Internet Archive melanggar hak cipta dengan mendigitalkan rekaman musik.
Kondisi ini mengancam masa depan Internet Archive, yang telah menjadi tempat di mana ingatan kolektif internet disimpan. Jika organisasi ini kehilangan pertempuran hukumnya, maka banyak informasi berharga yang ada di dalamnya bisa hilang selamanya.
Internet Archive, meskipun memiliki penggemar setia, kini berada di ambang kehilangan semua yang telah dibangunnya. Pertarungan hukum ini menjadi sangat penting, tidak hanya bagi Internet Archive, tetapi juga bagi banyak orang yang bergantung pada akses ke sejarah digital yang disimpan di sana.
Internet Archive sejarah digital hukum hak cipta Brewster Kahle