Perang yang sedang berlangsung di Gaza dapat menghambat pendidikan anak-anak dan remaja hingga lima tahun, menurut laporan yang dikeluarkan oleh akademisi yang bekerja sama dengan badan PBB untuk pengungsi Palestina, Unrwa.
Dalam ringkasan laporan tersebut, Unrwa menyatakan, "Prediksi yang paling optimis - dengan asumsi gencatan senjata segera dan upaya internasional yang cepat untuk membangun kembali sistem pendidikan - adalah bahwa siswa akan kehilangan dua tahun pembelajaran."
Namun, jika pertempuran terus berlangsung hingga tahun 2026, kerugian yang dialami anak-anak dapat meluas hingga lima tahun. Ini adalah kabar yang sangat menyedihkan, mengingat pendidikan sangat penting bagi masa depan generasi muda.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa estimasi ini tidak memperhitungkan dampak tambahan dari trauma, kelaparan, dan perpindahan paksa, yang semakin memperburuk krisis pendidikan di Gaza. Hal ini menunjukkan bahwa situasi pendidikan di kawasan tersebut sangat genting dan memerlukan perhatian serius.
Sejak Israel mulai membombardir Gaza pada bulan Oktober tahun lalu, lebih dari 80% sekolah di Gaza telah rusak atau hancur. Kerusakan ini tidak hanya memengaruhi bangunan fisik, tetapi juga memengaruhi psikologis anak-anak yang sangat membutuhkan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Dengan kondisi seperti ini, masa depan pendidikan anak-anak di Gaza menjadi semakin tidak pasti. Diperlukan upaya dari komunitas internasional untuk membantu memulihkan sistem pendidikan dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang terdampak konflik.
Gaza pendidikan Unrwa perang anak-anak