Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan peringatan serius mengenai potensi hilangnya 85 juta lapangan kerja pada tahun 2025. Peringatan ini muncul menjelang tahun pertama pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto. Jokowi menyatakan bahwa ancaman tersebut disebabkan oleh meningkatnya penggunaan automasi di berbagai sektor, terutama yang dipicu oleh kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
"Setiap hari muncul hal yang baru dan kalau kita baca, tahun 2025 pekerjaan yang akan hilang itu ada 85 juta. Jumlah yang tidak sedikit," ungkap Jokowi. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian terhadap pasar kerja, terutama di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Jokowi juga mendorong para pakar ekonomi untuk lebih fokus pada sektor pasar kerja. Menurutnya, sangat penting bagi setiap pihak untuk mendesain kebijakan yang dapat menyerap tenaga kerja yang semakin meningkat. Hal ini menjadi krusial terutama karena pada tahun 2030-an Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi, di mana jumlah penduduk produktif akan meningkat.
Pemerintah diharapkan dapat memanfaatkan kondisi tersebut dengan baik, sehingga tidak ada tenaga kerja yang terabaikan. Dengan adanya ancaman kehilangan banyak lapangan kerja, Jokowi meminta kolaborasi dari berbagai pihak untuk menciptakan solusi yang tepat.
Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mengingatkan bahwa inovasi dan adaptasi terhadap teknologi adalah kunci untuk menghadapi tantangan di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk bersiap menghadapi perubahan yang akan terjadi.
Bagi yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai isu ini, dapat menyaksikan program Market Review bersama Prasetyo Wibowo pada Jumat, 27 September 2024, pukul 10.30 – 11.00 WIB, yang akan disiarkan secara langsung di IDX Channel.
Jokowi lapangan kerja automasi kecerdasan buatan Prabowo