Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Iwao Hakamada Dinyatakan Tak Bersalah Setelah 50 Tahun di Penjara

Seorang pria berusia 88 tahun, Iwao Hakamada, dinyatakan tidak bersalah setelah menjalani hukuman mati selama hampir 50 tahun di Jepang. Pengadilan Distrik Shizuoka memutuskan pada hari Kamis bahwa Hakamada tidak bersalah dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada tahun 1966, di mana ia dituduh membunuh seorang direktur perusahaan dan tiga anggota keluarganya.

Hakamada, yang merupakan mantan petinju, telah menghabiskan sekitar 45 tahun dari waktu penjaranya dalam kondisi hukuman mati. Menurut Amnesty International, ia merupakan narapidana yang paling lama mendekam dalam hukuman mati di dunia. Pada tahun 2014, Hakamada dibebaskan dari penjara dan diizinkan menunggu persidangan ulang di rumahnya karena alasan kesehatan dan usianya yang sudah tua.

Pengadilan mengakui adanya banyak bukti yang dipalsukan dalam kasus ini. Hakim ketua, Koshi Kunii, menyatakan bahwa Hakamada bukanlah pelaku kejahatan tersebut. Hakamada awalnya membantah tuduhan tersebut, tetapi kemudian mengaku setelah mengalami interogasi yang sangat keras oleh polisi, yang termasuk penganiayaan fisik.

Permohonan pertama untuk persidangan ulang ditolak oleh pengadilan 27 tahun setelah ia dijatuhi hukuman. Pada tahun 2008, saudara perempuannya, Hideko Hakamada, mengajukan permohonan kedua untuk persidangan ulang yang akhirnya disetujui pada tahun 2014. Namun, persidangan ulang baru dimulai pada bulan Oktober 2023 karena berbagai masalah hukum yang berkepanjangan.

Setelah vonis itu diumumkan, Hideko Hakamada, yang kini berusia 91 tahun, mengungkapkan rasa syukurnya. Dalam konferensi pers, ia berkata, "Terima kasih, semua. Kami berhasil mendapatkan pembebasan," dan menambahkan, "Ketika saya mendengar putusan utama, itu terdengar seperti mukjizat. Saya sangat terharu dan tidak bisa berhenti menangis bahagia."

Kasus Hakamada menjadi sorotan internasional dan menimbulkan banyak pertanyaan tentang sistem peradilan di Jepang, terutama terkait penggunaan hukuman mati dan perlakuan terhadap terdakwa.

library_books Dwnews