Mahmoud Abbas, Presiden Otoritas Palestina, menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghentikan pengiriman senjata ke Israel. Pidatonya disampaikan di Majelis Umum PBB yang berlangsung di New York.
Dalam pidatonya, Abbas menyatakan bahwa rakyat Palestina sedang mengalami "salah satu kejahatan paling mengerikan di era kita, yaitu kejahatan perang secara menyeluruh, genosida yang dilakukan oleh Israel." Ia menekankan bahwa lebih dari 40.000 orang telah tewas di Gaza dan puluhan ribu lainnya terluka akibat konflik ini.
Konflik ini dimulai setelah serangan teroris yang dilancarkan oleh kelompok militan yang dipimpin Hamas pada tanggal 7 Oktober, yang mengakibatkan sekitar 1.200 orang Israel tewas dan sekitar 250 orang disandera. Abbas mengklaim bahwa ratusan keluarga Palestina telah musnah dan ribuan orang meninggal akibat penyebaran penyakit serta kekurangan obat dan air bersih.
"Wilayah Gaza hampir sepenuhnya hancur dan tidak layak huni lagi," ungkapnya. Ia juga menuduh Israel melancarkan "agresi baru" ke Lebanon, yang baru-baru ini mengalami serangan udara oleh Israel.
Abbas menegaskan, "Kami mengutuk agresi ini dan menuntut agar segera dihentikan." Saat ini, Mahkamah Internasional sedang menyelidiki kasus yang diajukan oleh Afrika Selatan, yang menuduh Israel melakukan "tindakan genosida" selama ofensif di Gaza, dan melanggar Konvensi Genosida PBB tahun 1948. Israel sendiri dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut.
Pidato Abbas menggambarkan situasi yang mengkhawatirkan di Gaza dan memicu perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Mahmoud Abbas Palestina genosida PBB Israel Gaza