Dalam beberapa minggu terakhir, toko-toko bahan makanan di Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada mengalami kekosongan di rak-rak mereka, dan pesawat terpaksa tidak terbang. Namun, kekacauan ini bukan disebabkan oleh bencana alam atau keadaan darurat kesehatan masyarakat, melainkan oleh serangan siber yang dilakukan oleh sekelompok remaja yang dikenal sebagai Scattered Spider.
Kelompok kriminal siber ini terkenal dengan teknik manipulasi sosial yang digunakan untuk menyusup ke perusahaan target. Mereka sering kali menipu pekerja bagian dukungan teknologi informasi (IT) untuk memberikan akses ke sistem perusahaan. Menurut para peneliti, kelompok ini tampaknya telah menguasai sistem backend yang umum digunakan oleh bisnis di industri tertentu. Kemudian, mereka menyerang sekelompok target sebelum berpindah ke sektor lain.
Setelah mengalami tekanan yang meningkat dari pihak penegak hukum tahun lalu, yang berujung pada penangkapan lima orang yang diduga terkait dengan Scattered Spider, aktivitas kelompok ini tampaknya menurun pada tahun 2024. Namun, serangan yang meningkat dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan bahwa Scattered Spider kembali aktif dan semakin berani.
Kelompok ini sering menggunakan ransomware atau melakukan pemerasan data setelah berhasil mendapatkan akses ke sistem korban mereka. Meskipun tampak seperti sekelompok remaja nakal, serangan mereka dapat menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan dan masyarakat.
Para ahli menduga bahwa kelompok ini akan terus melakukan serangan jika tidak ada tindakan tegas dari pihak berwenang. Oleh karena itu, penting bagi semua orang untuk tetap waspada terhadap keamanan informasi, baik di rumah maupun di tempat kerja.
serangan siber Scattered Spider remaja Inggris AS Kanada