Bung Karno, atau yang lebih dikenal sebagai Sukarno, adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam dunia seni rupa di Indonesia. Ia dikenal sebagai kolektor dan patron seni rupa yang memiliki koleksi sangat luas, bahkan dianggap sebagai yang terbesar di masanya. Koleksi tersebut mencakup berbagai karya seni, seperti lukisan, ukiran, keramik, dan patung. Ribuan karya seni menghiasi berbagai Istana Presiden yang pernah ia pimpin.
Beberapa koleksi seni rupa Bung Karno telah diterbitkan dalam bentuk buku. Salah satu buku yang terkenal adalah Ukiran-ukiran Rakjat Indonesia: Koleksi Ir. Dr. Sukarno, Presiden Republik Indonesia. Buku ini berisi kompilasi ukiran-ukiran kayu yang menjadi bagian dari koleksi Bung Karno. Buku tersebut diterbitkan pada tahun 1961 dan disusun oleh Dullah, seorang pelukis istana. Menariknya, buku ini diterbitkan dalam dua bahasa, yaitu Indonesia dan Cina.
Dalam pengantar buku itu, Bung Karno menuliskan, “Sesudah bangsa Indonesia mencapai lagi kemerdekaannya, maka di lapangan seni pahat pun timbul satu kemajuan yang cepat. Kemerdekaan memecahkan segala macam belenggu! Saya memiliki satu koleksi kecil daripada buah hasil seni pahat itu. Sebagian daripada koleksi seni pahat pun kini 'diterbitkan' dalam jilid ini.” Kalimat-kalimat tersebut menunjukkan kecintaannya terhadap seni dan harapannya untuk memperkenalkan hasil seni pahat kepada dunia.
Bung Karno juga dikenal dekat dengan banyak seniman seni pahat, salah satunya adalah Ida Bagus Njana. Njana adalah seorang pemahat kayu dan juga seniman tari dari Bali. Ia dikenal karena kemampuannya memahat yang unik, seolah-olah ia sedang menari saat menciptakan karya-karyanya. Pria yang lahir di Desa Mas, Ubud ini memiliki gaya patung yang khas, yang membuat namanya terkenal tidak hanya di Indonesia tetapi juga di mancanegara.
Karya-karya Njana mencerminkan kehalusan artistik dan menunjukkan perpaduan antara modernitas dan tradisi. Bung Karno sangat mengagumi hasil karya Njana. Setiap kali berkunjung ke Bali, ia selalu berusaha menambah koleksi patung dari Njana dan anaknya, Ida Bagus Tilem. Dua maestro seni pahat ini juga membuka galeri patung yang bernama Wood Carver Ida Bagus Njana & Son yang terletak di kawasan Ubud.
Dengan segala koleksi dan hubungan yang erat dengan seniman-seniman, Bung Karno tidak hanya menjadi presiden yang berpengaruh, tetapi juga seorang kolektor seni yang mampu mengangkat budaya dan seni rupa Indonesia ke panggung dunia.
Bung Karno kolektor seni rupa Indonesia seni pahat Ida Bagus Njana