Wali kota New York City, Eric Adams, baru-baru ini menghadapi tuduhan kriminal dari pemerintah federal. Ini merupakan kejadian pertama bagi seorang wali kota yang masih menjabat di kota terbesar di Amerika Serikat. Tuduhan ini memunculkan banyak pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya.
Beberapa politisi di New York telah meminta agar wali kota yang berasal dari Partai Demokrat ini mundur dari jabatannya. Salah satu yang paling vokal adalah Anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez dari New York. Eric Adams, yang dikenal sebagai politisi moderat, akan menghadapi pemilihan ulang pada tahun 2025. Dalam pemilihan tersebut, ia sudah dipastikan akan menghadapi tantangan dari beberapa kandidat lain yang juga berasal dari Partai Demokrat.
Pada malam Rabu, Adams menyatakan bahwa ia tidak bersalah dan bertekad untuk melawan tuduhan yang diajukan terhadapnya. "Saya meminta warga New York untuk bersabar dan menunggu pembelaan kami sebelum membuat penilaian apapun," ujar Adams pada hari Kamis. Ia menambahkan, "Dari sini, pengacara saya yang akan mengurus kasus ini, sementara saya akan fokus untuk mengurus kota ini."
Keadaan ini menambah ketegangan di dunia politik New York, di mana posisi wali kota sangat penting dalam menentukan kebijakan dan arah kota. Dengan pemilihan yang akan datang, semua mata kini tertuju pada Adams dan bagaimana ia akan menangani situasi ini.
Eric Adams Wali Kota New York tuduhan kriminal politik