PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) menyatakan bahwa mereka terbuka untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau yang dikenal dengan istilah artificial intelligence (AI). Perusahaan ini percaya bahwa kehadiran AI tidak perlu dihawatirkan, bahkan bisa membantu dalam penciptaan lapangan kerja baru.
Beatrix Santi, Direktur Pengembangan dan Teknologi Informasi Indonesia Re, menjelaskan bahwa industri asuransi saat ini sangat membutuhkan teknologi canggih. Teknologi ini diharapkan dapat memudahkan proses pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis data. Dalam acara Forum Digital BUMN Summit 2024 yang berlangsung pada Rabu, 25 September 2024, Beatrix menyampaikan, "(Manfaat AI) adalah penciptaan lapangan kerja dan transformasi. Selain itu, AI juga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan berbasis data."
Sebuah riset yang dilakukan oleh International Institute for Management Development (IMD) dalam laporan World Talent Ranking (WTR) 2024 menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat menjanjikan efisiensi dan meningkatkan produktivitas di berbagai sektor, termasuk asuransi.
Dengan adanya teknologi AI, diharapkan perusahaan-perusahaan dapat lebih mudah dalam menjalankan operasional mereka. Hal ini bisa berujung pada terbukanya lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat. Oleh karena itu, Indonesia Re optimis bahwa penggunaan AI akan membawa dampak positif bagi industri dan masyarakat.
Indonesia Re kecerdasan buatan lapangan kerja industri asuransi