Senator Bernie Sanders baru-baru ini menyampaikan argumen yang kuat untuk mengusulkan kerja empat hari sepekan, yang mungkin tidak disukai oleh para CEO teknologi. Dalam podcast Joe Rogan, Sanders mempertanyakan mengapa jika kecerdasan buatan (AI) benar-benar membuat pekerja lebih produktif, mereka tidak mendapatkan lebih banyak waktu libur dan justru harus bekerja lebih banyak dengan bayaran yang sama.
Senator berusia 83 tahun ini mengajukan proposal yang sederhana namun jelas. "Kamu adalah seorang pekerja, produktivitasmu meningkat karena kami memberikanmu AI, kan? Daripada mengusirmu, saya akan mengurangi jam kerja menjadi 32 jam per minggu," ujarnya. Sanders telah memperkenalkan "Undang-Undang Jam Kerja Tiga Puluh Dua Jam" tahun lalu, yang bertujuan memberikan pembayaran lembur untuk setiap jam kerja yang melebihi 32 jam dalam waktu empat tahun. Ini pada dasarnya menciptakan minggu kerja empat hari tanpa mengurangi gaji pekerja.
Data yang ada sudah mendukung argumen ini. Ketika 61 perusahaan di Inggris yang mempekerjakan 2.900 pekerja mencoba minggu kerja empat hari pada akhir 2022, pendapatan mereka rata-rata meningkat sebesar 1,4% dan kepuasan karyawan meningkat pesat. Microsoft Jepang juga mencatat peningkatan produktivitas sebesar 40% selama percobaan minggu kerja empat hari pada tahun 2019, dan perusahaan seperti Kickstarter telah berhasil beroperasi dengan minggu kerja yang lebih pendek sejak 2021.
Sanders secara tegas menyatakan bahwa teknologi seharusnya bekerja untuk meningkatkan kehidupan manusia, bukan hanya untuk keuntungan pemilik teknologi dan CEO perusahaan besar. Meskipun para eksekutif teknologi menjanjikan bahwa AI akan merevolusi produktivitas, mereka biasanya berarti pekerja harus menyelesaikan lebih banyak tugas dalam jam kerja yang sama, bukan menyelesaikan pekerjaan yang ada lebih cepat dan pulang lebih awal.
Dengan proposal ini, Sanders berharap dapat mendorong perubahan dalam cara kita bekerja dan memanfaatkan kemajuan teknologi dengan lebih adil bagi semua pekerja.
Bernie Sanders kerja empat hari produktivitas AI Silicon Valley