Beberapa hari lalu, media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang menunjukkan sekelompok warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengadakan pertemuan di sebuah jembatan di Jepang. Dalam video tersebut, terlihat mereka berkumpul di pinggir sungai sambil mengenakan kaos perguruan silat.
Aksi ini mendapatkan banyak perhatian dari warganet, yang menyebutkan bahwa tindakan tersebut mengganggu ketenteraman masyarakat setempat dan dapat mencoreng nama baik Indonesia di luar negeri.
Setelah video itu menjadi viral, PSHT Cabang Jepang segera mengambil langkah untuk melakukan klarifikasi. Mereka mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo untuk menjelaskan bahwa kegiatan yang ditunjukkan dalam video tersebut sebenarnya terjadi hampir tiga tahun yang lalu. PSHT Cabang Jepang juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan tersebut.
Dalam keterangan resmi yang dirilis di laman Kementerian Luar Negeri pada Kamis, 26 Juni, PSHT Cabang Jepang mengungkapkan penyesalan dan menyadari bahwa tindakan mereka tidak selaras dengan ketentuan serta norma yang berlaku di Jepang. Mereka juga menyatakan bahwa tindakan tersebut telah mencederai nama baik Indonesia.
PSHT Cabang Jepang berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan akan menaati seluruh ketentuan hukum serta norma yang berlaku di Jepang dalam menjalankan aktivitas mereka. Pihak pengurus PSHT juga menegaskan akan memastikan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Dengan permohonan maaf ini, diharapkan hubungan antara masyarakat PSHT di Jepang dan masyarakat setempat dapat terjalin dengan baik, serta menjaga citra positif Indonesia di luar negeri.
PSHT Jepang video viral permohonan maaf KBRI Tokyo