Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, baru-baru ini mengikuti forum dialog pemimpin delegasi agama internasional yang diselenggarakan oleh Sant’Egidio di Paris, Prancis. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama dari seluruh dunia dan berlangsung dalam suasana akrab.
Dalam forum tersebut, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyampaikan sikap dan posisi politik Prancis terkait berbagai isu global. Beberapa topik yang dibahas antara lain perkembangan konflik di Rusia-Ukraina, situasi di Israel-Gaza, serta masalah yang terjadi di Kongo. Macron juga menunjukkan minat yang besar dalam mendengar masukan dari para pemimpin agama mengenai cara menangani isu-isu kemajemukan agama, budaya, dan suku.
Abdul Mu’ti, dalam kesempatan itu, menjelaskan pengalaman Indonesia dalam mengelola perbedaan bahasa, suku, dan agama. Ia menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama di Indonesia sebagai contoh yang dapat diterapkan di negara-negara lain.
"Macron dan para pemimpin agama lainnya sangat terkesan dengan kerukunan di Indonesia, terutama setelah kunjungan dan pidato Paus Fransiskus di Jakarta," ujar Mu’ti, menggambarkan respons positif yang diterima.
Forum dialog ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama antar pemimpin agama dan menciptakan solusi untuk isu-isu global yang semakin kompleks. Dengan adanya dialog seperti ini, diharapkan dapat terjalin komunikasi yang lebih baik antara berbagai budaya dan agama di dunia.
Abdul Mu’ti forum dialog Emmanuel Macron Paris Muhammadiyah