Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia, Basuki Hadimuljono, sedang menjajaki peluang kerja sama dengan Nanjing Hydraulic Research Institute (NHRI) dari China. Kerja sama ini bertujuan untuk pembangunan pemecah gelombang, atau yang biasa disebut breakwaters, serta berbagai struktur tanggul laut yang dikenal dengan istilah sea dikes.
Dalam sebuah diskusi yang berlangsung, NHRI akan melakukan review terhadap data dan kajian basic design yang telah disusun oleh tim ahli dari Korea Selatan, Belanda, dan tim Kementerian PUPR. Rencana ini berkaitan dengan pembangunan tanggul laut yang akan menghubungkan Banten dan Ancol.
Basuki menekankan pentingnya pembuatan model fisik untuk sea dikes, yang akan memanfaatkan Laboratorium Sumber Daya Air yang berada di Bandung dan Laboratorium Pantai yang ada di Bali Utara. Pembuatan model fisik ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan struktur yang akan dibangun.
"Hal ini merupakan transfer of knowledge dari China ke Indonesia. Adapun rencana pembiayaan akan menggunakan skema loan," ungkap Basuki dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Kamis, 26 September 2024.
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengelola dan membangun infrastruktur yang lebih baik, terutama dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh daerah pesisir akibat perubahan iklim dan peningkatan permukaan laut.
Pembangunan tanggul laut sangat penting untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman gelombang besar dan banjir. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Indonesia dapat memanfaatkan pengalaman dan teknologi yang dimiliki oleh NHRI untuk membangun infrastruktur yang lebih aman dan efektif.
tanggul laut kerja sama China PUPR Basuki Hadimuljono