Seorang karyawan Microsoft baru-baru ini berbagi pengalamannya mengenai perubahan dalam frekuensi pertemuan dengan manajernya. Ketika pertama kali bergabung, mereka bertemu secara rutin dengan manajer untuk membantu mereka beradaptasi dengan tim dan memahami cara kerja di perusahaan tersebut.
Namun, seiring berjalannya waktu, frekuensi pertemuan tersebut berkurang hingga setengah dari sebelumya. Perubahan ini bukanlah kebetulan. Manajer karyawan tersebut mulai mengelola beberapa orang tambahan, yang merupakan bagian dari peningkatan jumlah anggota tim seiring dengan kebutuhan pusat data AI yang semakin berkembang di Microsoft.
Dengan semakin banyaknya orang yang harus didukung, manajer tidak lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan pertemuan individu dengan semua anggotanya. Situasi ini semakin diperparah ketika seorang rekan kerja meninggalkan tim, yang memaksa karyawan tersebut untuk mengambil tanggung jawab tambahan.
Meskipun mengurangi waktu pertemuan dengan manajer membawa tantangan tersendiri, karyawan tersebut merasa bahwa hal ini mendorong mereka untuk lebih mandiri. Mereka belajar untuk menyelesaikan masalah dan mencari solusi tanpa selalu bergantung pada bimbingan manajer.
Pengalaman ini mengajarkan karyawan tersebut pentingnya kemandirian dalam bekerja, dan mereka melihat perubahan ini sebagai sesuatu yang positif. Dalam pandangannya, ini adalah bagian dari apa yang disebut "Great Flattening" di Microsoft, di mana struktur manajemen menjadi lebih datar dan karyawan diharapkan untuk lebih proaktif dalam pekerjaan mereka.
Sebuah laporan lebih lanjut mengenai pandangan karyawan Microsoft tentang "Great Flattening" dapat ditemukan di link yang tertera di bio mereka.
Artikel ini ditulis oleh Jacob Zinkula dan disertai dengan gambar dari Getty Images.
Microsoft pertemuan karyawan manajer tanggung jawab