Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

X Rilis Laporan Transparansi Pertama Sejak Akuisisi Elon Musk

Hari ini, X mengeluarkan laporan transparansi pertamanya sejak Elon Musk mengambil alih perusahaan, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, pada tahun 2022. Laporan ini menjadi perhatian setelah sebelumnya Twitter secara rutin mengeluarkan laporan transparansi setiap enam bulan.

Laporan transparansi yang dikeluarkan oleh Twitter sebelum akuisisi Musk mencakup berbagai informasi penting seperti jumlah penghapusan konten, permintaan informasi dari pemerintah, serta data tentang konten yang dilaporkan. Laporan terakhir dari Twitter yang tersedia mencakup paruh kedua tahun 2021 dan memiliki panjang 50 halaman.

Namun, membandingkan laporan tahun 2021 dengan laporan transparansi terbaru dari X cukup sulit. Hal ini karena cara perusahaan mengukur berbagai hal telah berubah. Misalnya, pada tahun 2021, terdapat 11,6 juta akun yang dilaporkan. Dari jumlah tersebut, 4,3 juta akun diambil tindakan, dan 1,3 juta akun ditangguhkan. Sementara itu, laporan baru dari X menunjukkan bahwa ada lebih dari 224 juta laporan, baik untuk akun maupun konten individu, tetapi hanya 5,2 juta akun yang ditangguhkan.

Meskipun beberapa angka tampak konsisten antara laporan-laporan tersebut, ada perbedaan yang mencolok di beberapa area. Contohnya, dalam laporan tahun 2021, hampir setengah dari semua laporan berasal dari akun yang dilaporkan karena konten kebencian, dengan 1 juta dari 4,3 juta akun yang ditindaklanjuti. Namun, dalam laporan terbaru X, perusahaan menyatakan hanya mengambil tindakan terhadap 2.361 akun karena memposting konten kebencian.

Laporan ini memberikan gambaran yang lebih luas tentang bagaimana X menangani berbagai laporan dan tindakan yang diambil terhadap akun-akun yang melanggar kebijakan. Masyarakat diharapkan dapat lebih memahami langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan dalam menjaga lingkungan yang lebih aman di platform mereka.

library_books Wired