Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Iran Tuduh Israel dan AS Sabotase Diplomasi Nuklir

Teheran, Iran – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengklaim bahwa Israel dan Amerika Serikat secara sengaja merusak upaya diplomasi yang bertujuan untuk menyelesaikan ketegangan seputar program nuklir Teheran. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Araghchi menegaskan bahwa baru-baru ini, saat Iran sedang melakukan negosiasi dengan AS, Israel mengambil langkah yang merusak proses tersebut. "Minggu lalu, kami bernegosiasi dengan AS ketika Israel memutuskan untuk menghancurkan diplomasi itu. Minggu ini, kami mengadakan pembicaraan dengan E3/EU ketika AS memutuskan untuk menghancurkan diplomasi itu. Kesimpulan apa yang bisa kamu ambil?" ujarnya.

Araghchi juga menanggapi tuntutan Eropa agar Iran kembali ke meja perundingan. Ia menyatakan, "Kepada Inggris dan Perwakilan Tinggi UE, Iran yang harus 'kembali' ke meja. Tetapi bagaimana Iran bisa kembali ke sesuatu yang tidak pernah ditinggalkan, apalagi dihancurkan?"

Sementara itu, Pengawal Revolusi Iran pada hari Minggu mengatakan bahwa AS telah menempatkan dirinya "di garis depan agresi" dengan meluncurkan serangan terhadap apa yang mereka sebut fasilitas nuklir damai. Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Reuters, Pengawal Revolusi bersumpah bahwa "penyerang" kini harus "menunggu balasan yang akan membawa penyesalan," dengan menambahkan bahwa operasi untuk membalas akan terus dilakukan "dengan ketepatan, niat, dan kekuatan" yang menargetkan infrastruktur dan pusat strategis di Israel.

Iran menanggapi serangan tersebut dengan menyatakan bahwa program nuklirnya yang damai dan mandiri "tidak dapat dihancurkan oleh serangan apapun." Mereka juga menyebut pangkalan militer AS di kawasan tersebut sebagai "titik kerentanan, bukan kekuatan."

Pengawal Revolusi lebih lanjut menyatakan bahwa jalur penerbangan pesawat yang terlibat dalam serangan telah diidentifikasi dan sedang dalam pengawasan. Mereka menolak intimidasi dari apa yang mereka sebut sebagai "geng kriminal yang menguasai Gedung Putih dan Tel Aviv."

Ketegangan antara Iran, Israel, dan AS terus meningkat, dan situasi ini menunjukkan betapa rumitnya dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

library_books Middleeasteye