LIVERPOOL, INGGRIS – Menurut laporan terbaru, Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, telah melakukan pertemuan dengan Yair Golan, pemimpin oposisi Israel yang dikenal dengan pernyataan kontroversialnya. Golan, yang sebelumnya memimpin partai Meretz dan kini menjadi kepala partai Demokrat, pernah menyerukan pemutusan semua pasokan ke Gaza, termasuk listrik, sebagai bentuk perang melawan warga Palestina.
Pernyataan Golan muncul pada awal konflik di Gaza pada bulan Oktober lalu. Dalam komentarnya, ia menyatakan, "Sampai para sandera dibebaskan, biarkan mereka kelaparan." Pernyataan ini menuai banyak kritik karena dianggap tidak manusiawi dan memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Pertemuan antara Lammy dan Golan berlangsung di tengah perdebatan yang intens mengenai kebijakan Inggris terhadap konflik Israel-Palestina. Lammy diharapkan dapat mendengar pandangan Golan mengenai situasi saat ini dan langkah yang perlu diambil untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza.
Setelah pertemuan ini, Golan juga dijadwalkan untuk bertemu dengan pemimpin Partai Buruh Inggris, Keir Starmer, di konferensi tahunan partai tersebut yang diadakan di Liverpool. Pertemuan ini diharapkan dapat membahas lebih lanjut tentang dukungan internasional terhadap Israel dan dampaknya terhadap Palestina.
Krisis di Gaza telah menarik perhatian dunia, dan banyak pihak menyerukan penyelesaian damai. Namun, dengan pernyataan Golan yang keras, banyak yang merasa khawatir akan dampaknya terhadap upaya perdamaian di kawasan tersebut. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan ini dengan harapan akan tercapainya solusi yang adil untuk semua pihak yang terlibat.
David Lammy Yair Golan Israel Gaza politik Meretz