BEIRUT – Gerakan Hezbollah mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan roket balistik yang ditargetkan ke markas agen intelijen Mossad di dekat Tel Aviv pada hari Rabu. Serangan ini terjadi pada pukul 6:30 pagi waktu setempat (03:30 GMT) pada tanggal 25 September 2024.
Menurut Hezbollah, roket yang disebut "Qader 1" ini ditujukan kepada markas Mossad karena dianggap bertanggung jawab atas serangan terhadap para pemimpin Hezbollah dan ledakan perangkat komunikasi sebelumnya. Dalam pernyataannya, Hezbollah menyebutkan bahwa markas tersebut terlibat dalam serangkaian serangan yang telah menewaskan anggota mereka.
Namun, militer Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat roket tersebut sebelum mencapai target. Sirene peringatan berbunyi di Tel Aviv dan beberapa daerah lainnya di Israel tengah setelah roket terdeteksi melintasi perbatasan dari Lebanon. Juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, mengatakan bahwa roket itu ditujukan ke area sipil dan menegaskan bahwa markas Mossad tidak berada di daerah tersebut.
"Serangan ini tidak menyebabkan korban jiwa," tambahnya. Meskipun demikian, beberapa lokasi militer penting Israel berada di daerah sipil, termasuk kementerian pertahanan yang terletak di pusat Tel Aviv.
Ini adalah pertama kalinya roket yang diluncurkan dari Lebanon mencapai wilayah tengah Israel. Selain itu, militer Israel juga melaporkan bahwa Hezbollah telah menembakkan roket ke Dataran Tinggi Golan yang diduduki dan dekat Gunung Carmel di utara Israel, tetapi semua roket tersebut berhasil dicegat.
Serangan ini terjadi di tengah serangan besar-besaran Israel terhadap Lebanon selatan dan timur yang dimulai pada hari Senin lalu, yang telah mengakibatkan setidaknya 558 orang tewas dan memaksa puluhan ribu orang untuk mengungsi dari rumah mereka. Konflik ini terus memanas dan mempengaruhi banyak warga sipil di kedua negara.
Hezbollah Mossad Tel Aviv roket serangan