Peneliti dari Macquarie University baru saja membuktikan bahwa CBD (cannabidiol) dapat membunuh infeksi jamur berbahaya dalam waktu 30 menit. Ini enam kali lebih cepat dibandingkan dengan pengobatan yang ada saat ini. Penemuan ini membuka kemungkinan untuk produk antifungal yang bisa dibeli bebas, yang dapat mengubah cara kita mengobati berbagai infeksi jamur, mulai dari kaki atlet hingga infeksi otak yang mengancam jiwa.
Dalam studi yang diterbitkan pada Juni 2025 di jurnal PLOS Neglected Tropical Diseases, para peneliti menemukan bahwa CBD dan saudara kandungnya, CBDV, dapat menghancurkan Cryptococcus neoformans, patogen yang dikategorikan sebagai Prioritas Kritikal oleh WHO. Patogen ini dapat menyebabkan meningitis fatal pada pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
Keberhasilan ini terletak pada cara kerja cannabinoid ini dalam menyerang sel jamur melalui beberapa jalur sekaligus. Dr. Hue Dinh dan timnya menemukan bahwa CBD dan CBDV dapat merusak membran jamur, mengganggu biosintesis ergosterol, mencegah pembentukan biofilm, serta mengintervensi fungsi mitokondria. Hal ini membuat pertahanan patogen menjadi kewalahan.
CBDV menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi, mampu membunuh semua sembilan strain Cryptococcus yang diuji, sementara CBD menunjukkan aktivitas yang lebih luas terhadap dermatofit yang menyebabkan infeksi kulit umum.
Hasil di dalam tubuh menggunakan larva Galleria mellonella sebagai model infeksi luka juga sangat mencolok. Serangga yang diobati dengan CBD dan terinfeksi C. neoformans menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang hampir sama dengan kontrol yang tidak terinfeksi, menunjukkan bahwa senyawa ini tidak hanya memperlambat infeksi tetapi juga secara aktif membersihkannya. Ini merupakan demonstrasi pertama bahwa cannabinoid dapat mengobati infeksi jamur sistemik pada makhluk hidup.
Dr. Dinh mengungkapkan bahwa timnya sudah bekerja sama dengan mitra komersial untuk mengembangkan produk topikal CBD yang bisa dibeli bebas. Ini memungkinkan konsumen untuk "cuma membeli minyak CBD dan mengoleskannya di kulit untuk mengobati" infeksi jamur umum. Dengan lebih dari satu miliar orang yang terpengaruh oleh infeksi jamur setiap tahun dan meningkatnya resistensi terhadap antifungal, penelitian ini dapat memberikan alternatif yang sangat dibutuhkan untuk pengobatan tradisional yang semakin tidak efektif.
CBD infeksi jamur penelitian Macquarie University penyakit