Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pasar Saham Terpuruk, Investor Ritel Tetap Tenang

Pada tanggal 5 Agustus 2024, pasar saham mengalami hari terburuknya tahun ini. Penurunan ini terjadi akibat meningkatnya angka pengangguran yang memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi. Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 2,6%, sementara S&P 500 turun 3%, dan Nasdaq Composite jatuh 3,4%.

Meskipun pasar mengalami kepanikan pada hari itu, para investor ritel tidak ikut panik. Menurut data terbaru dari manajer aset Vanguard, 97,5% dari investor yang disurvei di platformnya tidak melakukan perdagangan pada tanggal 5 Agustus. Dari mereka yang melakukan perdagangan, 73% memilih untuk membeli saham saat harganya turun, sedangkan hanya 17% yang menjadi penjual panik.

Strategi ini terbayar bagi investor ritel, karena S&P 500 berhasil bangkit kembali lebih dari 10% dari tanggal 5 Agustus hingga penutupan pasar pada tanggal 24 September. Investor ritel yang membeli saham saat harganya turun pada waktu itu mungkin telah merasakan keuntungan dari kenaikan tersebut. Bahkan jika mereka tidak mendapatkan keuntungan langsung, mereka tetap berada dalam posisi yang baik, karena S&P 500 melewati rekor tertinggi sepanjang masa pada bulan September.

Sebaliknya, jika mereka memilih untuk menjual saham, investor ritel akan kehilangan kesempatan untuk meraih keuntungan dari pemulihan pasar yang terjadi.

library_books Marketwatch