Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dullah: Raja Realisme Indonesia dan Fotografer Soekarno

Dullah adalah seorang seniman terkemuka yang lahir di Surakarta pada 17 September 1919. Ia dikenal luas di kalangan seniman sebagai Raja Realisme Indonesia. Julukan ini diberikan karena gaya lukisnya yang sangat realistik dan penuh detail. Dullah memiliki keahlian luar biasa dalam mendokumentasikan peristiwa sejarah, terutama selama masa perang kemerdekaan. Karena itu, ia sering disebut sebagai "pelukis revolusioner".

Antara tahun 1950 hingga 1960, Dullah mendapatkan kepercayaan dari Presiden Soekarno untuk menjadi pelukis dan kurator istana. Selain melukis, Dullah juga ditunjuk sebagai fotografer pribadi Soekarno. Dalam menjalankan tugasnya, Dullah selalu membawa tiga kamera: Rollei, Leica, dan Nikon F. Ia sering berkeliling kota dan bahkan ke luar negeri menemani Soekarno.

Belum ada kepastian apakah Dullah yang diminta untuk memotret Soekarno atau sebaliknya. Menurut Mikke Susanto dan Irwandi, dalam bukunya yang berjudul "Sejarah dan Makna Fotografi Karya Pelukis Istana, Dullah", jika kita perhatikan, Soekarno tampaknya membiarkan Dullah memotret dirinya dalam berbagai posisi. Ini menunjukkan bahwa Soekarno memberikan persetujuan.

Mikke Susanto dan Irwandi juga menduga bahwa kegiatan memotret oleh Dullah lebih bersifat hobi dan bukan perintah resmi dari Soekarno. Hal ini terbukti karena seluruh foto yang diambil Dullah masih disimpan oleh keluarganya, bukan berada di arsip negara. Foto-foto tersebut berhasil merekam kehidupan Soekarno di dalam dan luar istana presiden, serta menunjukkan sisi kemanusiaan Soekarno sebagai ayah, pemimpin, dan penyuka seni.

Soekarno sendiri sangat percaya akan kekuatan fotografi. Bagi Dullah, Soekarno adalah sosok yang banyak mengajarinya berbagai hal, termasuk fotografi dan gaya seni lukis yang baru. Sejak remaja, Dullah juga sudah mulai menulis artikel dan puisi. Kumpulan tulisannya pernah dimuat di harian Minggu Merdeka, yang merupakan catatan penting saat Dullah tinggal di Istana.

Beberapa foto karya Dullah telah dimuat dalam buku yang menceritakan tentang dirinya. Salah satu buku tersebut adalah "Bung Karno Pemimpin, Presiden, Seniman Dari Kumpulan Surat-Surat Pelukis Dullah Kepada Istrinya: Bibi Fatimah", yang diterbitkan pada November 2019. Buku ini mendeskripsikan berbagai kisah Soekarno di istana dan dilengkapi dengan foto-foto hasil karya Dullah.

#BulanBungKarno
#PDIPKreatif
#PDIPerjuangan

library_books Pdipkreatif