Dalam dunia bisnis, memilih orang yang tepat untuk memimpin adalah hal yang sangat penting. Namun, pertanyaan ini selalu sulit dijawab. Seiring dengan perkembangan zaman, sistem pemilihan manajer pun telah berubah. Dari yang dulunya banyak dipengaruhi oleh hubungan keluarga atau nepotisme, kini lebih mengedepankan prinsip meritokrasi. Prinsip ini mengedepankan penilaian berdasarkan kinerja, dengan melibatkan komite pencarian, deskripsi pekerjaan, penilaian kinerja, dan pemeriksaan referensi.
Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan oleh National Bureau of Economic Research menunjukkan bahwa mungkin kita masih melakukan kesalahan dalam memilih pemimpin. Penelitian ini mengungkap bahwa salah satu cara utama perusahaan dalam memilih manajer adalah melalui promosi diri atau self-promotion. Hal ini berarti bahwa individu yang dapat mempromosikan diri mereka dengan baik sering kali dipilih untuk posisi manajer.
Menariknya, studi tersebut menemukan bahwa kelompok yang manajernya dipilih berdasarkan promosi diri justru menunjukkan kinerja yang lebih buruk dibandingkan dengan kelompok yang manajernya dipilih secara acak, atau lotere. Temuan ini menunjukkan bahwa cara pemilihan yang selama ini dianggap efektif bisa jadi tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi kembali metode pemilihan manajer mereka. Jika perusahaan ingin meningkatkan kinerja, mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan cara baru dalam menentukan siapa yang layak memimpin.
Studi ini membuka wawasan baru tentang pentingnya proses pemilihan yang lebih objektif dan adil, sehingga perusahaan dapat menemukan pemimpin yang benar-benar berkualitas.
Dengan demikian, kita perlu bertanya pada diri kita sendiri: Apakah cara kita memilih pemimpin sudah benar? Ini menjadi tantangan bagi banyak perusahaan untuk memastikan bahwa mereka tidak hanya memilih berdasarkan kemampuan promosi diri, tetapi juga berdasarkan kualifikasi dan kemampuan yang sesungguhnya.
pemilihan manajer studi baru promosi diri kinerja perusahaan