Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat – Pada tanggal 11 Juni 2025, Ketua Bidang VI Seruni Kabinet Merah Putih, Dina Budi Arie Setiadi, ikut serta dalam sosialisasi tentang pencegahan pernikahan anak usia dini yang dilaksanakan di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Acara ini juga dihadiri oleh Pembina Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming Raka, bersama dengan seluruh jajaran Pengurus Seruni.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dan siswi dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Nusa Tenggara Barat. Para peserta mendapatkan edukasi mendalam mengenai dampak negatif dari pernikahan anak usia dini. Edukasi ini mencakup berbagai aspek, seperti hukum, kesehatan, psikologis, dan juga bagaimana pernikahan dini dapat mempengaruhi masa depan anak.
Selama acara, terdapat sesi diskusi dan interaktif yang bertujuan untuk menggali peran penting keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mencegah praktik pernikahan anak. Melalui diskusi ini, diharapkan peserta dapat lebih memahami pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam menanggulangi masalah ini.
Pernikahan anak usia dini merupakan isu serius yang dihadapi banyak daerah. Dampak dari pernikahan dini tidak hanya merugikan anak secara langsung tetapi juga berpengaruh pada perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran dan pengetahuan di kalangan generasi muda.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa dan siswi dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka, serta dapat menyebarkan informasi yang bermanfaat mengenai bahaya pernikahan anak. Semoga, dengan kerjasama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah, kita bisa bersama-sama mencegah pernikahan anak usia dini.
#BersamaPresidenPrabowo #AyoBerkoperasi #KoperasiBangkit
sosialisasi pernikahan anak Nusa Tenggara Barat pendidikan kesehatan