Sebanyak 67% manajer mengaku menghadapi tekanan berat akibat beban kerja yang tinggi. Hal ini diungkapkan dalam laporan terbaru dari Top Workplaces Research Lab, yang menunjukkan bahwa tingginya tekanan kerja berkontribusi pada peningkatan burnout di tempat kerja.
Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa 35% manajer mengalami burnout, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat lainnya yang disurvei. Selain itu, lebih dari setengah (52%) pemberi kerja yang disurvei juga mengamati gejala burnout di kalangan manajer. Banyak manajer yang memimpin tim yang terdiri dari 10 orang atau lebih, dan beberapa di antaranya melaporkan setidaknya 260 pertemuan dalam setahun.
Studi lain yang dilakukan selama 18 tahun dan dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association menemukan bahwa pekerja yang terpapar tekanan kerja tinggi memiliki risiko 83% lebih besar untuk mengembangkan AFib, yaitu bentuk aritmia jantung yang paling umum. Penelitian ini melibatkan hampir 6.000 pekerja kantoran dan menganalisis hubungan antara stres kerja dan perkembangan AFib, seperti yang dilaporkan oleh Psychology Today.
Temuan ini menunjukkan pentingnya memperhatikan kesehatan mental dan fisik para manajer, mengingat beban kerja yang berat dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung mereka. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mencari cara untuk mengurangi stres dan memberikan dukungan yang diperlukan bagi manajer agar dapat menjalankan tugas mereka dengan lebih baik.
manajer beban kerja stres burnout kesehatan jantung