New York – Annalena Baerbock, mantan Menteri Luar Negeri Jerman, telah terpilih sebagai Presiden Majelis Umum PBB setelah melalui pemungutan suara di New York. Dalam pemilihan tersebut, Baerbock adalah satu-satunya kandidat yang mencalonkan diri dan berhasil meraih 167 suara dalam pemungutan suara rahasia.
Meski demikian, pencalonan Baerbock tidak lepas dari kontroversi. Rusia memaksa diadakannya pemungutan suara rahasia dengan alasan bahwa Baerbock dianggap "berpihak". Politisi dari Partai Hijau ini telah menjadi pengkritik vokal terhadap invasi Rusia ke Ukraina.
Perlu diketahui, peran Presiden Majelis Umum PBB ini lebih bersifat seremonial dan tidak boleh disamakan dengan peran Sekretaris Jenderal PBB yang dijabat oleh Antonio Guterres.
Sebelumnya, pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Jerman menyatakan bahwa mayoritas besar negara-negara anggota PBB telah menunjukkan dukungan mereka kepada Baerbock. "China, Brasil, dan Afrika Selatan bahkan akan menyediakan staf untuk tim Ibu Baerbock di masa depan," ujar seorang juru bicara dari kementerian tersebut.
Baerbock dijadwalkan akan dilantik pada 9 September, sebelum pertemuan tahunan Majelis Umum PBB dimulai.
Foto kredit: Richard Drew/AP/dpa
Annalena Baerbock Presiden PBB Majelis Umum Jerman Rusia