Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kelas Menengah di Inggris Merasa Tertekan

Kelas menengah di Inggris kini merasakan tekanan yang semakin meningkat. Mereka yang berada di posisi ini, yang biasa disebut HENRYs (high-earners, not rich yet), merasa tidak puas dengan keadaan yang mereka hadapi. Dalam masyarakat Inggris, sering kali yang paling tertekan adalah mereka yang berada di tengah, bukan yang di bawah.

Banyak dari mereka merasa jika pemerintah memungut pajak yang terlalu tinggi, sementara gaji dari pekerjaan mereka tidak cukup memadai. Hal ini membuat kelas menengah merasa seperti tidak diperhatikan oleh para politisi. Mereka merasa sudah terlalu lama terabaikan dan sekarang saatnya untuk bersuara.

Selama beberapa dekade, keinginan dan kebutuhan kelas menengah menjadi fokus dalam perdebatan politik. Namun, situasi ini mulai berubah. Kelas menengah yang merasa diabaikan kini berani untuk menyatakan kekecewaan mereka. Mereka menunjukkan bahwa jika tidak ada perhatian yang diberikan kepada mereka, maka mereka akan melakukan sesuatu untuk menarik perhatian.

Pengalaman Brexit seharusnya menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Pemilih yang merasa terabaikan bisa saja mengambil langkah drastis untuk didengar. Kelas menengah menunjukkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam dan akan berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka anggap sebagai hak mereka.

Dengan ilustrasi dari @natekitch, kita bisa melihat bagaimana ketidakpuasan ini mulai mengemuka di permukaan. Kelas menengah yang dulunya menjadi pendorong perubahan kini bertransformasi menjadi kekuatan yang tidak bisa diabaikan lagi.

library_books Theeconomist