Dalam sebuah insiden yang terjadi pada penerbangan dari Hong Kong ke London pada 17 September, sebuah pasangan dilarang terbang oleh maskapai Cathay Pacific setelah terlibat perselisihan dengan seorang wanita yang merebahkan kursinya.
Kejadian ini bermula ketika seorang wanita asal China merebahkan kursinya selama penerbangan. Menurut wanita tersebut, pasangan yang duduk di belakangnya, suami istri dari Hong Kong, merasa terganggu dan meminta dia untuk mengembalikan posisi kursinya.
Wanita itu menjelaskan bahwa suami istri tersebut menuduhnya menghalangi pandangan mereka. Ketika dia menolak untuk mengubah posisi kursinya, sang istri mulai memanggilnya dengan istilah "gadis daratan" dengan nada yang merendahkan. Sementara itu, suaminya terlihat "dengan frantically" mendorong belakang kursi wanita tersebut, yang membuat suasana semakin tegang.
Cathay Pacific menyatakan bahwa mereka memiliki kebijakan ketat tentang perilaku yang tidak menghormati penumpang lain. Sebagai hasil dari insiden tersebut, pasangan itu dimasukkan ke dalam daftar orang yang dilarang terbang.
Kejadian ini mengundang berbagai reaksi dari penumpang lainnya, yang mengungkapkan pendapat mereka melalui media sosial. Beberapa mendukung tindakan maskapai, sementara yang lain merasa bahwa ada baiknya untuk saling menghormati dalam ruang terbatas seperti pesawat.
Insiden ini kembali mengingatkan kita mengenai etika dalam penerbangan, terutama mengenai penggunaan kursi yang dapat direbahkan. Penumpang diharapkan untuk saling menghormati dan berkompromi untuk menciptakan suasana yang nyaman selama terbang.
pesawat Cathay Pacific kursi dilarang terbang penumpang