Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Ibu Tahanan Inggris-Mesir Alaa Abd el-Fattah Terancam Maut

Laila Soueif, ibu dari tahanan Inggris-Mesir Alaa Abd el-Fattah, kini berada dalam kondisi kritis setelah melakukan mogok makan selama 244 hari. Ia melakukan aksi ini sebagai protes atas penahanan putranya oleh otoritas Mesir. Pada hari Jumat, dokter memperingatkan bahwa kadar gula darahnya sudah sangat rendah, dan jika terjadi penurunan lebih lanjut, ia bisa kehilangan kesadaran dengan cepat, bahkan menghadapi risiko kematian mendadak.

Alaa Abd el-Fattah dikenal sebagai sosok penting dalam revolusi Mesir tahun 2011 yang berhasil menggulingkan Presiden Hosni Mubarak. Namun, ia telah menghabiskan hampir satu dekade di penjara. Pada 29 September 2024, Abd el-Fattah seharusnya menyelesaikan hukuman lima tahunnya karena "menyebarkan berita palsu", namun pihak berwenang tidak membebaskannya dan menolak menghitung dua tahun yang dijalani Abd el-Fattah dalam penahanan pra-peradilan sebagai bagian dari hukumannya.

Sejak saat itu, Laila Soueif, yang berusia 69 tahun, tidak mengonsumsi makanan. Uji medis di rumah sakit menunjukkan bahwa kadar gula darahnya jatuh di bawah 0,6 mmol/L pada malam Kamis, sebuah level yang terlalu rendah untuk diukur dengan akurat. Sementara itu, kadar ketonnya, yang menunjukkan keasaman darah, melebihi 7 mmol/L, menandakan adanya kondisi asidosis yang juga melebihi batas deteksi medis.

Sejak memulai mogok makannya, ia kehilangan sekitar 36 kilogram, yang setara dengan 42 persen dari berat badannya. Saat ini, beratnya hanya 49 kilogram. Dokter Soueif menyebut kondisi ini sebagai "darurat medis" dan memperingatkan bahwa kematiannya merupakan "risiko segera". Tanpa pengobatan glukosa yang mendesak, ia menghadapi risiko jelas mengalami kerusakan permanen pada organ vital, termasuk jantung, otak, dan ginjal.

Keadaan ini mencerminkan perjuangan seorang ibu yang sangat mencintai putranya dan siap melakukan apa pun untuk memperjuangkan kebebasannya. Seluruh dunia kini memperhatikan kondisi Laila Soueif dan berharap ia mendapatkan perawatan yang dibutuhkan segera.

library_books Middleeasteye