Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Rapat Koordinasi Inflasi Identifikasi Over Supply

Rapat koordinasi inflasi yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Dirjen Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dilaksanakan secara daring pada tanggal 23 September 2024. Rapat ini diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Magetan yang diwakili oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang berlangsung di ruang rapat Pendapa Surya Graha.

Dalam rapat tersebut, Dirjen Bangda Kemendagri Ir. Restuardy Daud, M.Sc menyampaikan informasi mengenai indeks perkembangan harga pangan untuk minggu ketiga bulan September 2024. Ia mencatat bahwa ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, yaitu minyak goreng, bawang merah, dan daging ayam ras. Kenaikan harga ini masih sama dengan minggu sebelumnya, yang menunjukkan adanya tren inflasi pada komoditas tersebut.

Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini, juga memberikan penjelasan mengenai kondisi inflasi di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pada periode September 2020-2021, Indonesia mengalami deflasi, sedangkan pada periode September 2022-2023, Indonesia mengalami inflasi. Deflasi yang terjadi pada tahun sebelumnya banyak dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Namun, pada September 2023, inflasi justru dipengaruhi oleh kelompok yang sama, dengan beberapa komoditas seperti minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan beras memberikan andil pada inflasi tersebut.

Sementara itu, Sestama Bapanas Dr. Drs. Sarwo Edhy. SP., MM., MH menjelaskan bahwa secara nasional, lebih banyak kabupaten dan kota yang mengalami penurunan Indeks Harga Pangan (IPH) pada minggu ketiga bulan September 2024 dibandingkan yang mengalami kenaikan. Ia mencatat bahwa jumlah kabupaten yang mengalami kenaikan IPH juga turun dari minggu sebelumnya. Di Pulau Jawa, kenaikan IPH hanya terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan nilai perubahan IPH sebesar 0,550%.

Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di Kabupaten Blora adalah minyak goreng, cabai rawit, dan daging ayam ras. Selain itu, produksi beras pada periode September dan Oktober 2024 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan yang sama pada tiga tahun terakhir.

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi masalah over supply serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi dan menjaga kestabilan harga pangan di masyarakat.

library_books Diskominfomagetan