Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Generasi Muda di Tiongkok Menolak Budaya Kerja "996"

Di Tiongkok, pasar kerja yang sangat kompetitif membuat semakin banyak profesional muda memilih untuk tidak mengikuti budaya kerja "996". Budaya ini berarti bekerja dari jam 9 pagi hingga 9 malam, enam hari dalam seminggu, yang dulu dianggap sebagai simbol ambisi dan kesuksesan. Kini, para pekerja muda lebih mengedepankan kesejahteraan pribadi daripada tuntutan perusahaan, menandakan adanya pergeseran signifikan dalam etos kerja di negara ini.

Gerakan ini dikenal dengan istilah tang ping (berbaring datar) dan bai lan (biarkan membusuk). Istilah-istilah ini mencerminkan ketidakpuasan kolektif di kalangan generasi muda Tiongkok. Mereka menunjukkan penolakan pasif terhadap tekanan sosial dan menyadari bahwa kerja keras tidak selalu membuahkan hasil dalam pasar kerja yang jenuh. Banyak anak muda merasa kelelahan, dibayar rendah, dan menghadapi keterbatasan dalam kemajuan karier.

Liu Wen, seorang wanita berusia 25 tahun, yang pernah bekerja di sebuah perusahaan fintech di Hangzhou, mengatakan, "Saya dulu berpikir bekerja lembur berarti saya berharga. Tapi setelah dua tahun tertekan tanpa promosi, saya menyadari saya hanya membakar diri untuk visi orang lain."

Pergeseran ini bukan hanya bersifat budaya, tetapi juga terkait dengan tekanan ekonomi yang nyata. Harga perumahan yang melambung tinggi, kompetisi akademis yang ketat, dan pertumbuhan upah yang stagnan membuat banyak anak muda Tiongkok skeptis terhadap janji tradisional bahwa kerja keras akan membawa kemajuan sosial.

Salah satu manifestasi terbaru dari ketidakpedulian ini adalah munculnya subkultur "orang tikus". Mereka yang termasuk dalam kelompok ini biasanya menganggur atau bekerja di pekerjaan yang kurang sesuai, memilih untuk hidup sederhana, menghabiskan waktu di apartemen kecil, dan terlibat dalam aktivitas ekonomi yang minimal. Gaya hidup ini bukanlah hasil dari kemalasan, melainkan keputusan sadar untuk menolak tolak ukur kesuksesan yang tradisional.

Generasi muda Tiongkok kini lebih memilih untuk mencari cara hidup yang lebih seimbang dan menolak tekanan yang selama ini mengikat mereka pada budaya kerja yang melelahkan.

library_books Marketwatch