Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Bukti Penyiksaan Sistematis di Penjara Rusia Terungkap

Dalam sebuah laporan yang disampaikan oleh komisi penyelidikan PBB, terdapat bukti yang semakin menguat tentang adanya penyiksaan sistematis terhadap warga Ukraina yang ditahan di penjara Rusia. Erik Møse, ketua komisi tersebut, mengungkapkan bahwa hampir di semua lembaga pemasyarakatan, terjadi "penggunaan kekerasan seksual yang berulang sebagai bentuk penyiksaan". Komisi tersebut menyimpulkan bahwa penyiksaan ini digunakan oleh pihak berwenang Rusia sebagai praktik yang umum dan diterima.

Lebih lanjut, terdapat juga bukti bahwa layanan negara Rusia terlibat secara terkoordinasi dalam tindakan penyiksaan ini. Hal ini menunjukkan bahwa penyiksaan bukan hanya tindakan individu, melainkan sudah menjadi bagian dari kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, sejak dimulainya perang di Ukraina, adanya peningkatan jumlah tanker yang membawa minyak mentah Rusia melalui Laut Baltik juga menjadi perhatian. Menurut laporan dari majalah ARD Report Mainz, tanker-tanker ini merupakan bagian dari apa yang disebut "armada bayangan", yang membantu Rusia dalam mengekspor minyak secara ilegal dengan menghindari sanksi Uni Eropa. Salah satu contoh adalah tanker "Calida" yang berangkat dari Ust-Luga di Rusia pada 23 Agustus 2024 dan tiba di Augusta, Italia, pada 11 September. Data satelit menunjukkan bahwa tanker tersebut mengalami pengurangan kedalaman hingga 5,8 meter, mengindikasikan bahwa minyak di dalamnya telah dipompa keluar.

Sejak Juli 2024, setidaknya 15 tanker telah terpantau melakukan perjalanan dari pelabuhan Rusia di Laut Baltik dan Laut Hitam langsung menuju pelabuhan-pelabuhan di Eropa. Mengenai kemungkinan pelanggaran sanksi ini, Komisi Uni Eropa tidak memberikan komentar, dengan menyatakan bahwa pengawasan sanksi merupakan tanggung jawab negara anggota. Pihak berwenang bea cukai Italia juga belum memberikan jawaban terkait permintaan informasi ini.

Di tengah situasi yang tegang, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan optimisme tentang kemungkinan segera berakhirnya perang dengan Rusia. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV AS, ABC News, ia mengatakan, "Saya pikir kita lebih dekat dengan perdamaian daripada yang kita kira." Zelensky menambahkan bahwa tindakan tegas saat ini dapat mempercepat akhir yang adil terhadap agresi Rusia terhadap Ukraina dalam waktu dekat, seperti yang ia tulis di platform media sosial X.

library_books Tagesschau