Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Gelombang Imigrasi Terbesar di AS dalam Beberapa Generasi

Gelombang Imigrasi Terbesar di AS dalam Beberapa Generasi

Amerika Serikat saat ini mengalami gelombang imigrasi terbesar dalam beberapa generasi. Gelombang ini dipicu oleh jutaan orang dari berbagai belahan dunia yang mencari keamanan pribadi dan kesempatan ekonomi. Para imigran ini tidak hanya memperbesar jumlah penduduk AS, tetapi juga mengubah komposisi angkatan kerja di negara tersebut dengan cara yang kemungkinan akan berdampak pada ekonomi dalam beberapa dekade ke depan.

Sejak akhir tahun 2020, lebih dari sembilan juta orang telah bermigrasi ke AS. Angka ini didapat setelah menghitung jumlah orang yang meninggalkan negara tersebut, baik secara legal maupun ilegal, menurut perkiraan dari Kantor Anggaran Kongres.

Data dari Biro Sensus dan Transactional Records Access Clearinghouse menunjukkan bahwa mayoritas imigran baru berbahasa Spanyol, lebih muda, kurang terdidik, dan lebih siap untuk bekerja dibandingkan dengan penduduk asli AS.

Sebagian besar imigran baru juga berusia lebih muda dan lebih mungkin berada di usia kerja dibandingkan dengan orang-orang yang lahir di AS. Dari orang asing yang tiba sejak tahun 2020, 78% berada dalam rentang usia 16 hingga 64 tahun, sementara hanya 60% dari mereka yang lahir di AS.

Walaupun 5% dari orang dewasa yang mampu bekerja di AS tidak dapat bekerja karena berbagai alasan seperti penyakit kronis, kecacatan, kecanduan obat, atau tanggung jawab merawat anggota keluarga, kurang dari 1% dari imigran yang datang setelah tahun 2020 melaporkan tidak dapat bekerja.

Namun, meskipun sebagian besar imigran baru mampu bekerja, banyak yang tidak siap untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi. Data Biro Sensus menunjukkan bahwa imigran yang tiba sejak awal tahun 2020 lebih dari dua kali lipat kemungkinan tidak memiliki ijazah sekolah menengah dibandingkan dengan pekerja yang lahir di AS.

Gelombang imigrasi ini menjadi kontroversial, karena sebagian besar imigran tidak datang melalui jalur legal yang biasa. Masih banyak yang tidak kita ketahui secara pasti tentang populasi ini. Data pengadilan imigrasi tidak lengkap karena hanya mencakup imigran yang diduga melanggar hukum imigrasi dan hukum lainnya. Angka-angka dari CBO adalah kombinasi antara perkiraan dan proyeksi. Beberapa sumber memperkirakan jumlah kedatangan imigran yang lebih rendah.

Gelombang ini menjadi perhatian banyak pihak dan menarik perhatian dalam diskusi mengenai kebijakan imigrasi di masa depan.

library_books Wsj