Kematian George Floyd, seorang Afroamerikan yang terjadi pada 25 Mei 2020, telah menjadi titik balik bagi pergerakan "Black Lives Matter" yang dikenal di seluruh dunia. Setelah insiden tragis tersebut, banyak orang dari berbagai penjuru, mulai dari Washington hingga Berlin, turun ke jalan untuk mengekspresikan penolakan mereka terhadap rasisme dan kekerasan polisi. Namun, lima tahun kemudian, demonstrasi tersebut mulai menghilang.
Di masa pemerintahan Presiden Donald Trump, pergerakan Black Lives Matter menghadapi berbagai tantangan. Mereka tidak hanya berjuang untuk keadilan bagi Floyd, tetapi juga menghadapi tuduhan terkait antisemitisme dan penggunaan dana sumbangan yang tidak tepat. Phillip Solomon, seorang profesor studi Afroamerika di Universitas Yale, menyatakan bahwa tuntutan yang muncul pada tahun 2020 tidak mendapatkan dukungan politik yang cukup kuat.
Baru-baru ini, Kementerian Kehakiman AS, di bawah pemerintahan yang lebih konservatif, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan penyelidikan terhadap beberapa petugas polisi yang diduga terlibat dalam kekerasan yang didasarkan pada ras. Penjelasan yang diberikan adalah bahwa di bawah pemerintahan Presiden Biden, pihak penegak hukum telah salah menuduh adanya "diskriminasi yang disengaja" terhadap orang kulit hitam. Banyak pengacara yang mewakili keluarga korban kekerasan polisi menyebut keputusan ini sebagai "tamparan" bagi keluarga Floyd dan para korban lainnya.
George Floyd meninggal dunia akibat tindakan brutal yang dilakukan oleh polisi di Minneapolis, Minnesota. Dia ditangkap setelah dituduh menggunakan uang palsu untuk bertransaksi. Selama penangkapan, seorang polisi bernama Derek Chauvin menekan leher Floyd dengan lututnya selama hampir sembilan menit, sementara Floyd berulang kali mengeluh kesulitan bernapas. Pada bulan Juni 2021, Chauvin dijatuhi hukuman penjara selama 22 tahun dan enam bulan.
Pergerakan Black Lives Matter masih berjuang untuk mendapatkan perhatian dan dukungan yang mereka butuhkan untuk mengatasi masalah rasisme dan kekerasan polisi di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, semangat untuk keadilan bagi George Floyd dan semua korban kekerasan tetap hidup.
George Floyd Black Lives Matter rasisme kekerasan polisi