Dalam upaya menunjukkan dukungan kepada negara-negara di Asia Tenggara, Amerika Serikat mengklaim sebagai teman terbaik bagi wilayah tersebut. Pemerintah Joe Biden menegaskan bahwa Amerika, bukan China, yang akan membawa kemakmuran bagi negara-negara di Asia Tenggara.
Namun, saat ini China lebih aktif dalam membangun infrastruktur di kawasan tersebut. Mereka sedang membangun kereta cepat, pelabuhan, dan gedung-gedung publik. Hal ini menunjukkan bahwa China berusaha mendapatkan simpati dari negara-negara Asia Tenggara dengan cara yang lebih konkret.
Joe Biden dan pemerintahannya berusaha mengalihkan fokus dari perdagangan menjadi investasi. Mereka ingin menyoroti peran sektor swasta Amerika dalam pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara sejak Perang Dunia Kedua. Ini adalah bagian dari strategi kreatif untuk bersaing dalam pengaruh ekonomi tanpa memberikan akses baru kepada negara-negara Asia Tenggara ke pasar Amerika.
Namun, ada keraguan mengenai apakah investasi sektor swasta Amerika dapat mempertahankan pengaruh ekonomi yang terus menurun di Asia. Banyak yang bertanya-tanya apakah hanya dengan investasi saja Amerika dapat bersaing dengan upaya yang dilakukan oleh China.
Penting untuk dicatat bahwa saat ini, inisiatif pembangunan yang dilakukan oleh China lebih terlihat nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat di Asia Tenggara. Sementara itu, klaim Amerika sebagai teman terbaik masih perlu dibuktikan dengan tindakan nyata yang dapat membawa manfaat langsung bagi negara-negara di kawasan ini.
Amerika Asia Tenggara investasi ekonomi China