Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Generasi TikTok Temukan Tanda Krisis Ekonomi di Berbagai Hal

Dalam beberapa waktu terakhir, banyak orang, terutama generasi TikTok, mulai mengaitkan berbagai hal dengan tanda-tanda krisis ekonomi. Awalnya, mereka melihat harga telur yang tinggi dan permintaan kotak kardus yang menurun. Kini, perhatian mereka juga teralihkan ke tren fashion seperti celana jeans rendah dan fenomena flash mob, bahkan kembalinya Lady Gaga ke dunia musik pop.

Generasi ini mencari isyarat-isyarat dari ekonomi yang sedang tidak stabil dengan cara yang unik. Mereka mengaitkan beragam hal, mulai dari penggunaan font serif, popularitas kuku press-on, hingga gaya rambut messy bun, dengan kemungkinan adanya resesi. Beberapa bahkan menganggap keputusan Gwyneth Paltrow untuk mulai makan keju lagi sebagai indikator krisis. Ungkapan "indikator resesi" kini menjadi meme yang sering digunakan di media sosial.

Beberapa hal yang mereka anggap sebagai tanda bahaya memang berkaitan dengan kondisi ekonomi, seperti kerjasama terbaru antara DoorDash dan Klarna yang memungkinkan pengguna membayar pengiriman makanan dengan cara cicilan. Namun, seringkali, yang mereka soroti adalah tren dari tahun-tahun lalu yang kembali muncul, misalnya flash mob atau lagu-lagu dari penyanyi Kesha.

Di dunia yang lebih serius, Wall Street biasanya menggunakan analisis seperti Sahm Rule atau hasil Treasury untuk memahami kondisi ekonomi. Namun, generasi ini lebih memilih untuk menciptakan cara mereka sendiri dalam memahami masalah ekonomi. Majalah Glamour mencoba membedakan antara hal-hal yang serius dan yang lucu mengenai tanda-tanda ini. Sementara itu, Vogue memperkenalkan gaya rambut "recession blonde" yang lebih terjangkau untuk mereka yang ingin tampil stylish di tengah situasi sulit.

Christopher Clarke, seorang ekonom dari Washington State University, menjelaskan bahwa orang-orang sering kali membutuhkan narasi yang bisa mereka pahami. Bagi orang biasa yang berusaha memahami ekonomi, menggunakan kurva hasil bukanlah cara yang mudah. Oleh karena itu, mereka mencari tanda-tanda dalam hal-hal sehari-hari yang lebih mudah dipahami.

library_books Wsj