Perusahaan akuntansi dan konsultasi besar, PwC, menghadapi denda dan penyelesaian sebesar $450 juta antara tahun 2010 dan 2023. Denda ini terkait dengan audit yang gagal dan beberapa tindakan salah lainnya di berbagai negara. Kejadian ini menunjukkan bahwa masalah dalam bisnis jasa profesional semakin sering terjadi.
PwC bukan satu-satunya perusahaan yang menghadapi masalah ini. Tiga pesaing besar lainnya, yaitu Deloitte, EY, dan KPMG, juga mengalami hal serupa. Sejak tahun 2019, keempat perusahaan besar yang dikenal sebagai "big four" ini telah menghadapi denda multimillion dolar setidaknya 28 kali, berhubungan dengan perilaku mereka dalam dekade terakhir.
Salah satu alasan mengapa denda ini semakin banyak adalah karena regulator kini lebih memperhatikan dan mengawasi tindakan perusahaan-perusahaan ini. Hal ini menunjukkan bahwa ada perubahan dalam cara pengawasan terhadap sektor jasa profesional.
Kejadian-kejadian yang memicu denda ini juga bertepatan dengan periode pertumbuhan cepat dalam ukuran dan jangkauan keempat perusahaan tersebut. Dengan semakin besarnya perusahaan-perusahaan ini, tantangan untuk mempertahankan standar etika dan kepatuhan juga semakin meningkat.
Situasi ini menggambarkan pentingnya pengawasan yang ketat dalam industri jasa profesional untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut bertindak sesuai dengan peraturan dan tidak merugikan klien mereka.
PwC denda audit Deloitte EY KPMG