Sebanyak 4.800 tentara Jerman akan dikerahkan ke Lithuania dalam dua tahun ke depan. Penempatan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan mencegah ancaman dari Rusia di bagian timur NATO. Ini merupakan pertama kalinya Jerman mengirimkan pasukan sebanyak ini secara permanen ke luar negeri.
Dalam acara resmi untuk menandai pengaktifan Panzerbrigade 45, hadir Kanselir Jerman Olaf Merz dan Menteri Pertahanan Boris Pistorius. Dalam pidatonya, Kanselir Merz menegaskan bahwa Jerman akan selalu mendukung Lithuania menghadapi ancaman dari Rusia. Ia juga menambahkan bahwa tindakan agresif Rusia tidak hanya mengancam keamanan Ukraina, tetapi juga keamanan di seluruh Eropa.
Menteri Pertahanan Pistorius mengungkapkan bahwa Rusia merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian di Eropa dalam waktu dekat. Menurutnya, prioritas utama Jerman adalah meningkatkan kapasitas untuk mencegah dan mempertahankan diri.
Lithuania, bersama dengan negara-negara Baltik lainnya seperti Lettland dan Estland, merasa terancam oleh Rusia. Ketiga negara ini merupakan anggota NATO dan berbatasan langsung dengan Rusia dan eksklave Kaliningrad. Salah satu daerah yang dianggap paling rentan dalam pertahanan NATO adalah SuwaĆki Gap, sebuah jalur darat sekitar 65 kilometer antara Polandia dan Lithuania.
Sejak dimulainya konflik Rusia dengan Ukraina, ketakutan di negara-negara Baltik semakin meningkat. Mereka khawatir akan kemungkinan serangan berikutnya dari Rusia.
Sebagai respon terhadap ancaman ini, Lithuania mengumumkan pada bulan Januari bahwa mereka akan meningkatkan anggaran pertahanannya hingga 5 hingga 6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka pada tahun 2030. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan negara dan warganya di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut.
Lithuania Jerman tentara Rusia NATO